Sabtu, 10 Agustus 2013

SIARAN PERS: Menparekraf Saksikan Prosesi Ritual Penangkapan Ikan Paus di Lembata NTT

 
Lembata, Senin 24 Juni 2013---Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menyempatkan diri untuk menyaksikan prosesi ritual penangkapan ikan paus di Pantai Lamarela, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Upacara ritual penangkapan ikan paus di Lembata  ini sejak lama menjadi bagian dari tradisi dan kearifan lokal masyarakat Desa Lamarela dalam menjaga kelestarian atau konservasi perairan laut, khususnya biota dan ikan paus yang pada musim-musim  tertentu bermigrasi melintasi perairan NTT. Tradisi menangkap ikan paus di Pantai Lamarela ini menjadi salah satu atraksi wisata yang unik sudah lama dikenal oleh masyarakat dunia.

Para peneliti antropologi budaya mencatat nelayan Lamalera adalah satu-satunya di dunia yang tetap melestarikan penangkapan ikan paus secara tradisional warisan nenek moyang mereka sejak abad XIV. The World Wildlife Fund (WWF) telah melakukan survei dan menyatakan perburuan terbatas ikan paus di Lembata tidak membahayakan ikan paus dunia atau species langka lainnya. WWF mencatat ikan paus jenis sperma yang ditangkap di Lamarela rata-rata sebanyak 21 ekor setiap tahun, sementara populasi ikan tersebut di dunia diperkirakan 360 ribu sehingga tidak mengganggu kelestariannya.  
Menparekraf Mari Elka Pangestu menyatakan, tradisi dan kearifman lokal masyarakat nelayan pantai Lamalera dalam menangkap ikan paus menjadi atraksi dan daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke daerah ini.”Keunikan tradisi menangkap ikan paus ini menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Lembata,” kata Mari, yang pada kunjungan itu melakukan dialog dengan masyarakat seputar kemajuan program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Pariwisata. Desa Lamalera dan Desa Lusilame merupakan dua desa wisata di Lembata sebagai peneriman program PNPM Pariwisata.

Menparekraf selain berdialog dengan masyarakat desa, juga melihat dari dekat  potensi industri kreatif antara lain proses pembuatan cinderamata masyarakat Lemalera dengan memanfaatkan bahan baku berupa tulang dan gigi ikan paus menjadi produk kreatif berupa cincin, gelang, serta patung.
Mari mengatakan, Lembata merupakan kabupaten yang lokasinya paling timur di wilayah NTT. Lokasi ini relatif dekat dengan Pulau Komodo dan Ende-Kalimutu yang merupakan dua Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). “NTT bersama NTB dan Bali ditetapkan sebagai Koridor V Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yakni; sebagai pintu masuk pariwisata dan penyangga ketahanan pangan nasional ,” papar Mari.
Dalam kunjungan itu Menparekraf melakukan  pertemuan dengan stakeholder Kab Lembata antara lain Dinas Pariwisata, SKPD, Bappeda, ASITA, PHRI, tour guide,  para tokoh masyarakat, tokoh agama/alim ulama, serta pemerhati pariwisata.  Pada pertemuan itu dilakukan dialog seputar pengembangan potensi pariwisa dan ekonomi kreatif di Provinsi NTT khususnya di Kabupaten Lembata. Mari menfaatkan pertemuan itu untuk melakukan sosialisasi kebijakan pengurangan subsidi BBM. (Puskompublik)

0 komentar:

 

Selamat datang di Lembata Cyber intelligence

Semoga Anda merasa Bermanfaat bergabung dengan kami

Blog ini adalah bagian dari pergerakan anak bangsa yang peduli akan nasib bangsa dan negara,Dengan agen dunia maya yang kami bentuk merupakan bagian terpenting sebagai generasi mudah melanjutkan cita-cita luhur para pejuang bangsa dan negara ini yang rela dengan mati di medan perang

Halaman Facebook lembata cyber intelligence

Saudara bisa bergabung : KLIK DISINI

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!