Lembata, Senin 24 Juni 2013---Menteri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam kunjungan kerja ke Nusa
Tenggara Timur (NTT) menyempatkan diri untuk menyaksikan prosesi ritual
penangkapan ikan paus di Pantai Lamarela, Kabupaten Lembata, Nusa
Tenggara Timur (NTT).
Upacara ritual penangkapan ikan paus di Lembata ini sejak lama
menjadi bagian dari tradisi dan kearifan lokal masyarakat Desa Lamarela
dalam menjaga kelestarian atau konservasi perairan laut, khususnya biota
dan ikan paus yang pada musim-musim tertentu bermigrasi melintasi
perairan NTT. Tradisi menangkap ikan paus di Pantai Lamarela ini menjadi
salah satu atraksi wisata yang unik sudah lama dikenal oleh masyarakat
dunia.

Para peneliti antropologi budaya mencatat nelayan Lamalera adalah
satu-satunya di dunia yang tetap melestarikan penangkapan ikan paus
secara tradisional warisan nenek moyang mereka sejak abad XIV. The World
Wildlife Fund (WWF) telah melakukan survei dan menyatakan perburuan
terbatas ikan paus di Lembata tidak membahayakan ikan paus dunia atau
species langka lainnya. WWF mencatat ikan paus jenis sperma yang
ditangkap di Lamarela rata-rata sebanyak 21 ekor setiap tahun, sementara
populasi ikan tersebut di dunia diperkirakan 360 ribu sehingga tidak
mengganggu kelestariannya.
Menparekraf Mari Elka Pangestu menyatakan, tradisi dan kearifman
lokal masyarakat nelayan pantai Lamalera dalam menangkap ikan paus
menjadi atraksi dan daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke daerah
ini.”Keunikan tradisi menangkap ikan paus ini menjadi daya tarik
wisatawan untuk datang ke Lembata,” kata Mari, yang pada kunjungan itu
melakukan dialog dengan masyarakat seputar kemajuan program PNPM
(Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Pariwisata. Desa Lamalera dan
Desa Lusilame merupakan dua desa wisata di Lembata sebagai peneriman
program PNPM Pariwisata.

Menparekraf selain berdialog dengan masyarakat desa, juga melihat
dari dekat potensi industri kreatif antara lain proses pembuatan
cinderamata masyarakat Lemalera dengan memanfaatkan bahan baku berupa
tulang dan gigi ikan paus menjadi produk kreatif berupa cincin, gelang,
serta patung.
Mari mengatakan, Lembata merupakan kabupaten yang lokasinya paling
timur di wilayah NTT. Lokasi ini relatif dekat dengan Pulau Komodo dan
Ende-Kalimutu yang merupakan dua Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
(KSPN). “NTT bersama NTB dan Bali ditetapkan sebagai Koridor V
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI) yakni; sebagai pintu masuk pariwisata dan penyangga ketahanan
pangan nasional ,” papar Mari.

Dalam kunjungan itu Menparekraf melakukan pertemuan dengan stakeholder Kab Lembata antara lain Dinas Pariwisata, SKPD, Bappeda, ASITA, PHRI, tour guide,
para tokoh masyarakat, tokoh agama/alim ulama, serta pemerhati
pariwisata. Pada pertemuan itu dilakukan dialog seputar pengembangan
potensi pariwisa dan ekonomi kreatif di Provinsi NTT khususnya di
Kabupaten Lembata. Mari menfaatkan pertemuan itu untuk melakukan
sosialisasi kebijakan pengurangan subsidi BBM. (Puskompublik)






0 komentar:
Posting Komentar