Bogor, 6 Agustus - Institut Pertanian
Bogor bekerja sama dengan empat pemerintah daerah membuka program pioner
Akademi Komunikasi dalam bentuk program studi di luar domisili (PDD)
serta diploma dua (D2) dan diploma satu (D1).
"Program ini akan dibuka pada September 2013 mendatang," kata Kepala
Kantor Hukum, Promosi dan Humas IPB Ir Yatri Indah Kusumastuti, Minggu
(4/8/2013) di Bogor.
Yatri menyebutkan, keempat pemerintah daerah yang terlibat dalam
program pioner Akademi Komunikasi ini adalah Kabupaten Aceh Tamiang
(Nanggro Aceh Darussalam), Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan),
Kabupaten Lembata (Nusa Tenggara Timur) dan Kepulauan Yapen (Papau).
Staf pengajar dalam program studi di luar domisili lanjut Yatri,
terdiri dari staf pengajar IPB, staf pengajar dari daerah asal, juga
merekrut pengajar dari kalangan praktisi di daerah seperti perkebun
kopi, pembudidayaan ikan dan sebagainya.
Lebih lanjut Yatri menyebutkan, setelah dua tahun atau tepatnya 2015,
Program Studi di Luar Domisi tersebut diharapkan menjadi Akademi
Komunitas di daerah tersebut, dimana Pemerintah Daerah sebagai
penyelenggara dan IPB sebagai pembina saja.
Yatri menambahkan, untuk Program Studi setara D2 di masing-masing
daerah berbeda tergantung potensi dan kebutuhan sumberdaya manusia.
Seperti di Kabupaten Aceh Tamiang, Kepulauan Yapen, Papua, IPB
membuka pendidikan setara D2 untuk Program Studi Teknologi Industri
Benih, Manajemen Informatika, dan Teknologi Produksi dan Manajemen
Perikanan Budidaya.
"Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selata, IPB membuka pendidikan
setara D2 Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan,
Teknologi dan Manajemen Produksi Hortikultura, dan Teknologi Hasil
Pertanian. Di Kabupaten Lembata, NTT, IPB membuka pendidikan setara D2
Program Studi Ekowisata, Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan
Budidaya dan Teknologi Hasil Pertanian," katanya.(Ant/Gs).
website : http://www.menkokesra.go.id






0 komentar:
Posting Komentar